THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND THE INCIDENT OF STUNTING IN TODDLERS AGED 7-12 MONTHS IN WRINGIN ANOM VILLAGE, JATIBANTENG DISTRICT
DOI:
https://doi.org/10.12345/vol10iss02pp39-45Keywords:
stunting, Exclusive BreastfeedingAbstract
Background: Breast milk (ASI) is the most important food and drink for infants. Supplemental feeding in addition to breast milk at an early age can increase morbidity. Stunting severity is defined as a measure of nutritional status based on the z-score for height for age, categorized as mild, moderate, and severe stunting.
Purpose: The purpose of this study was to analyze the relationship between breastfeeding and stunting severity in toddlers aged 7-12 months in the Jatibanteng Community Health Center (Puskesmas) work area.
Methods: The research design is a plan or plan created by the researcher as a form of activity to be implemented. The sample in this study was all 30 toddlers aged 7-12 months in Wringin Anom Village, Jatibanteng District.
Results: Exclusive breastfeeding in the Jatibanteng Community Health Center work area reached 80%, compared to those not exclusively breastfed. The incidence of stunting in the Jatibanteng Community Health Center work area was very short (40%).
Conclusions: There is a relationship between breastfeeding and stunting at the Jatibanteng Community Health Center.
References
1. Astutik , M. Zen Rahfiludin, R. A. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6, 409– 18.
2. Damayanti, R. A., Muniroh, L., & Farapti. (2016). Perbedaan Tingkat Kecukupan Gizi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Pada Balita Stunting dan Non Stunting. Media Gizi Indonesia, 11(1), 61–69 .
3. Diasmarani, N. (2011). Karakteristik dan Perkembangan Bahasa Anak Balita Stunted di Desa Sukawening Kabupaten Bogor..
4. Khasanah, D. P., Hadi, H., & Paramashanti, B. A. (2016). Waktu Pemberian Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI ) Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Sedayu. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia, 4(1). http.s://doi.org/http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2016.4(2).105-111
5. Laily, Khairiyati & Rahayu, A. (2014). Risiko Pendidikan Ibu Terhadap Kejadan
6. Stunting Pada Anak 6-23 Bulan. Jurnal Gizi, 37(Ci), 129–136.
7. LPPM Stikes Hang Tuah Pekanbaru. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting ) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting ( Suatu Kajian Kepustakaan ) Stunting Problems and Interventions to Prevent Stunting ( A Literature Review ). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(5).
8. Martorell et.al. (2010). Weight Gain in the First Two Years of Life Is an Important Predictor of Schooling Outcomes in Pooled Analyses from Five Birth Cohorts from Low and Middle-Income Countries. The Journal of Nutrition. https://doi.org/10.3945/jn.109.112300.(SES)
9. Oktarina dan Sudiarti. (2013). Faktor Risiko Stunting Pada Balita 24-59 Bulan di Sumatera. Jurnal Gizi Dan Pangan, 8, 175–180.
10. Pangalila, Y. V., Punuh, M. I., & Kapantow, N. H. (2017). Hubungan Antara Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Koya Kabupaten Minahasa. Jurnal Kesehatan, 1–7.
11. Pratiwi, R., & Mediana, S. (2016). Hubungan Jumlah Konsumsi Susu Formula Standart Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(4), 1743–1751.
12. Prihutama, N. Y., Rahmadi, F. A., & Hardaningsih, G. (2018). Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 1419–1430. 83
13. Rahayuh, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., Rahman, F., & Rosadi, D. (2016). Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pendek Pada Aanak Usia 6-24 Bulan, 11(2). Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas
14. Rohmatun, N. Y. (2014). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Jurnal Gizi.
15. Senbanjo, I. O., Oshikoya, K. A., Odusanya, O. O., & Njokanma, O. F. (2011). Prevalence of and Risk factors for Stunting among School Children and Adolescents in Abeokuta , Southwest Nigeria, 29(4), 364–370.
16. Shang, Y., Tang, L., Zhou, S., Chen, Y., Yang, Y., & Lin, S. (2010). Stunting and soil-transmitted-helminth infections among school-age pupils in rural areas of southern China, 1–6.
17. Sholiha, H., & Sumarmi, S. (2014). Analisis Resiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah ( BBLR ) Pada Primigravida, 2007.
18. Suhartiningsih, S. R. I., & Putri, M. A. (2013). Hubungan Status Gizi Bawah Normal Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 6-60 Bulan. Keperawatan Dan Kebidanan, 100–106.
19. Suryani, D. (2017). Determinants Failure Of Exclusive Breastfeding On Health In The City Bengkulu, 12(2). Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas
20. Suthutvoravut, U., Abiodun, P. O., Chomtho, S., & Cruchet, S. (2015). Composition of Follow-Up Formula for Young Children Aged 12 – 36 Months : Recommendations of an International Expert Group Coordinated by the Nutrition Association of Thailand and the Early Nutrition Academy. Nutrition and Metabolism, 10, 119–132. https://doi.org/10.1159/000438495
21. Trihono et.al. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, ,Masalah dan Solusinya.
22. Wiyogowati, C. (2012). Kejadian Stunting Pada Anak Berumur Dibawah Lima Tahun (0-59 bulan) di Provinsi Papua Barat.




