GAMBARAN PENGETAHUAN POLISI LALU LINTAS TENTANG KEBERSIHAN DIRI TERHADAP PENYAKIT PITYRIASIS VERSICOLOR DI KABUPATEN BENGKAYANG

Authors

  • Deana Ratry Ratry Tanjungpura University Author https://orcid.org/0009-0006-9713-8875
  • Mardhia Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat Author
  • Ambar Rialita Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat Author

DOI:

https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%25p

Keywords:

Knowledge, Traffic Police, Personal Hygiene, Pityriasis versicolor

Abstract

Latar Belakang: Pityriasis versicolor adalah infeksi jamur kulit dengan faktor risiko utama berupa individu yang

tinggal di daerah tropis, sering berkeringat, serta kurang menjaga kebersihan diri. Pekerjaan polisi lalu lintas juga

dapat menjadi faktor predisposisi terjadinya penyakit ini.

Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan Polisi lalu lintas tentang kebersihan diri terhadap penyakit Pityriasis

versicolor dan mengetahui gambaran pengetahuan Polisi lalu lintas tentang penyakit Pityriasis versicolor.

Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 37 polisi lalu lintas

dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang

kebersihan diri dan Pityriasis versicolor. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan skala Guttman.

Hasil penelitian: Pengetahuan Polisi lalu lintas tentang kebersihan diri terhadap penyakit Pityriasis versicolor

tergolong pengetahuan baik sebanyak 17 orang (45,95%), 16 orang (43,24%) pengetahuan cukup, dan 4 orang

(10,81%) pengetahuan kurang, dan pengetahuan Polisi lalu lintas tentang penyakit Pityriasis versicolor tergolong

pengetahuan baik sebanyak 13 orang (35,14%), 16 orang (43,24%) pengetahuan cukup, dan 8 orang (21,62%)

pengetahuan kurang.

Simpulan: Pengetahuan Polisi lalu lintas tentang kebersihan diri terhadap penyakit Pityriasis versicolor tergolong

pengetahuan baik dan pengetahuan cukup sebesar, dan pengetahuan Polisi lalu lintas tentang penyakit Pityriasis

versicolor tergolong pengetahuan cukup.

References

1. Patrick R M, Ken S R, Michael A P. Medical Microbiology. 6th ed. Elsevier; 2016.

2. pramono AS, Sokeha TU. Pitiriasis Versikolor: Diagnosis dan Terapi. Jurnal Agromedicine Unila. 2018;5(1).

3. R.S Siregar. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. 2nd ed. Jakarta: ECG; 2005.

4. Korespondensi A, Natalia D, Rahmayanti S, Nazaria R, Parasitologi D, Mikrobiologi D. Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir. Vol. 45. 2018.

5. Adhi Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 7th ed. Menaldi S, editor. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ; 2016.

6. Sulistyo A, Laily I. Personal Hygiene; Konsep, Proses dan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2012.

7. Potter PA, Perry AG. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses dan Praktik . 4th ed. Vol. 2. Jakarta: ECG; 2005.

8. Tarwoto, Wartonah. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2010.

9. Suharsimi A. 16. Arikunto S. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta; 2006.

10. Muhammad Rizki, Pratiwi Arum. Gambaran Tingkat pengetahuan dan Sikap Penderita Dermatomikosis di Puskesmas Bendosari Sukoharjo. Repos UMS. 2018.

11. Puskesmas Kabupaten Bengkayang. laporan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Puskesmas Bengkayang. Bengkayang; 2019.

12. Jawetz, Melnick, Adelberg. Medical Microbiology. 20th ed. TG Mitchell, editor. Jakarta: ECG; 1995.

13. Hayati, Inayah. Identifikasi jamur Malassezia furfur pada nelayan penderita penyakit kulit di RT 09 Kelurahan Malabro Kota Bengkulu. GRADIEN. 2014;10(1).

14. Diana N, Sari EP, Syahrina Fakihun. Prevalensi dan Identifikasi Jamur Penyebab Tinea Pedis pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak. FKU Pontianak. 2018;1:35–50.

15. Mustofa A, Budiastuti A, Farida H. Prevalensi dan Faktor Resiko Terjadinya Pityriasis Versicolor pada Polisi Lalu Lintas Kota Semarang. Media Medika Muda. 2014.

16. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang. Statistik Daerah Kabupaten Bengkayang 2020. Bengkayang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang; 2020.

17. Asali T, Natalia D. Uji Resistensi Jamur Penyebab Tinea Pedis pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak terhadap Griseofulvin. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa. 2018.

18. Analis J, Poltekkes K, Pontianak K. Supriyanto dan Indah Purwaningsih. JLK. 2017;1(1).

19. Harini Y, Hestiningsih R, Sakundarno M, Peminatan Epidemiologi M, Tropik P, Masyarakat K, et al. Santri Terkait Penyakit Skabies (Studi di Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi). Kesehatan Mayarakat [Internet]. 2016 Oct;4(4):2356–3346. Available from: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

20. Hafni Z, Linda TM, Rahayu Lubis. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis di Pesantren Darul Munawwarah Pidie Jaya Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh . 2019;5(1):80–372.

21. Soekidjo N. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta; 2005.

22. Hadani B. Gambaran Pengetahuan Pekerja Bangunan tentang Hygiene Personal terhadap Penyakit Panu (Pityriasis versicolor). Repository USU. 2017.

23. Khrisnamurti A, Ernawati D, Program M, Fakultas S, Undip K, Kulit BI, et al. Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Negeri 1 Semarang tentang Hygiene Personal terhadap Penyakit Panu (Pityriasis Versicolor). Med Muda Media. 2014.

24. Mustikawati IS. Perilaku Personal Hygiene pada Pemulung di TPA Kedaung Wetan Tangerang Forum Ilmiah. Vol. 10. 2013.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

GAMBARAN PENGETAHUAN POLISI LALU LINTAS TENTANG KEBERSIHAN DIRI TERHADAP PENYAKIT PITYRIASIS VERSICOLOR DI KABUPATEN BENGKAYANG. (2026). Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan Aisyiyah, 11(1), 37-45. https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%p