Faktor Risiko Kejadian Campak pada Balita di Jakarta Timur Tahun 2025

Authors

  • Nandita Putri Ramadani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jakarta, Indonesia Author
  • Alib Birwin Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) Author

DOI:

https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%25p

Keywords:

Measles, Toddler, East Jakarta

Abstract

Latar Belakang: Campak atau morbili (measles) merupakan penyakit yang sangat mudah menular, disebabkan

oleh virus RNA dari genus Morbilivirus, dan dapat menimbulkan komplikasi serius hingga kematian. Bayi dan

anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terinfeksi penyakit ini. Di DKI Jakarta, wilayah Jakarta Timur

mencatat jumlah kasus campak tertinggi dibandingkan wilayah lainnya, yaitu sebanyak 1.180 kasus.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, status imunisasi campak, dan

pemberian vitamin A dengan kejadian campak pada balita di Jakarta Timur tahun 2025.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik dan menggunakan desain cross

sectional. Sampel sebanyak 353 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari data sekunder

sekunder dari Data Surveilans Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur melalui Seksi P2P yang didapat dari bulan

Januari-Desember 2025. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji

Chi-Square.

Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa adanya hubungan antara status imunisasi campak dengan kejadian campak

pada balita (p-value <0,001; PR = 1,570). Sementara itu, variabel jenis kelamin (p-value = 0, 284; PR = 0,873)

dan pemberian vitamin A (p-value = 1,000; PR = 1,028) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan

dengan kejadian campak.

Simpulan: Pencegahan kejadian campak pada balita memerlukan peran orang tua, di mana orang tua diharapkan

memberikan imunisasi lengkap terutama pada anak usia <5 tahun, sementara Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur

perlu meningkatkan cakupan imunisasi melalui program promotif dan preventif, seperti penyuluhan, optimalisasi

posyandu, serta kunjungan rumah bagi balita yang belum atau terlewat imunisasi dasar lengkap

References

1. Arafah, S. B. (2022). Peran Vitamin A pada Kasus Campak dengan Komplikasi Pneumonia. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 4(3), 28–33. https://doi.org/10.35324/jknamed.v4i3.227

2. CDC. (2025a). Global Measles Outbreaks. https://www.cdc.gov/global-measles-vaccination/data-research/global-measles-outbreaks/

3. CDC. (2025b). Measles Cases and Outbreaks. https://www.cdc.gov/measles/data-research/index.html

4. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (2023). Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2023. https://dinkes.jakarta.go.id/profil-kesehatan

5. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (2024). Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2024 (I. R. Sari (ed.)). https://dinkes.jakarta.go.id/profil-kesehatan

6. Fadhila, D., & Selviana, S. (2024). Faktor Resiko dan Spasial Kejadian Campak Pada Anak di Kota Pontianak Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 84–92. https://doi.org/10.14710/jkli.23.1.84-92

7. Faradiba, N. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Campak Pada Balita Di Indonesia Tahun 2022 (Analisis Data Ssgi 2022). In Universitas Jambi. https://repository.unja.ac.id/73434

8. Hamzah, Annashr, N. N., Purnamasari, N. D., Abbas, A., Riyanto, N., Hamzah, R., Jayanti, K. D., & Musdalifah, A. (2022). Epidemiologi (A. Ruhardi (ed.)). Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia. https://oasis.iik.ac.id:9331/library/index.php?p=fstream-pdf&fid=1720&bid=13270

9. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Petunjuk Teknis Surveilans Campak-Rubela (C. Kelyombar & E. S. Herini (eds.)).

10. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2024 (F. Sibuea (ed.)). https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024

11. Kementerian Kesehatan RI. (2025a). Campak dan Rubella Masih Ada, Tapi Anak Bisa Aman dengan Imunisasi Lengkap. https://ayosehat.kemkes.go.id/campak-dan-rubella-masih-ada-tapi-anak-bisa-aman-dengan-imunisasi-lengkap

12. Kementerian Kesehatan RI. (2025b). KLB Campak Meningkat, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi Lengkap. https://kemkes.go.id/id/klb-campak-meningkat-kemenkes-ingatkan-pentingnya-imunisasi-lengkap

13. Kementerian Kesehatan RI. (2025c). Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta. Surveilans DKI Jakarta. https://surveilans-dinkes.jakarta.go.id

14. Raodah, Armiatin, Husna, A., & Putri, R. T. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Campak Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Celala Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana, 7(2), 452–458. https://doi.org/10.32524/jksp.v7i2.1528

15. Rasi, N. K. D. (2018). Hubungan Status Imunisasi Dan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Campak Di Puskesmas I Denpasar Selatan [Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali]. In Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali Denpasar. https://repository.itekes-bali.ac.id/medias/journal/NI_KADEK_DIANA_RASI.pdf

16. Sari, N. F., Buchair, N. H., Laba, S. B., & Triella, F. (2024). Determinan Peningkatan Kejadian Campak Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palu Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 13925–13932. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/37665/25855

17. Sari, R. P., & Daramusseng, A. (2020). Hubungan Jenis Kelamin Dan Status Imunisasi Dengan Kejadian Campak Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran. Borneo Student Research, 1(3), 1937–1941. https://journals.umkt.ac.id/index.php/bsr/article/view/400/572

18. Outbreak Investigation in Guradamole District of Bale Zone , South Eastern Ethiopia , 2021. Infection and Drug Resistance, February, 669–683. https://doi.org/10.2147/IDR.S343270

19. Yonanda, V. (2022). Tatalaksana Campak. Jurnal Medika Hutama, 03(02). http://jurnalmedikahutama.com

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Faktor Risiko Kejadian Campak pada Balita di Jakarta Timur Tahun 2025. (2026). Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan Aisyiyah, 11(1), 37-45. https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%p