HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DENGAN PEMENUHAN MINIMUM DIETARY DIVERSITY PADA ANAK USIA 6-23 BULAN: TINJAUAN NARATIF

Authors

  • Tiffania Khairunnisa Kurnia Abidin Universitas Airlangga Author

DOI:

https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%25p

Keywords:

MDD, Maternal Education, Children Age 6-23 Months

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang merupakan masalah global yang kompleks dan masih ditemukan di berbagai belahan

dunia. Untuk mencegah dampak yang ditimbulkan akibat gizi kurang pada anak-anak, diperlukan intervensi dini

melalui penerapan praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat, salah satunya adalah memenuhi

indikator Minimum Dietary Diversity (MDD) pada anak usia 6-23 bulan. Pemenuhan MDD pada anak dapat

dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu tingkat pendidikan ibu.

Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan

pemenuhan MDD pada anak usia 6-23 bulan.

Metode: Pencarian literatur dilakukan pada artikel open access yang diterbitkan antara tahun 2015-2025 dalam

bahasa Inggris dari database seperti Scopus, PubMed, dan ScienceDirect.

Hasil penelitian: Tingkat pendidikan ibu secara konsisten terbukti memiliki hubungan positif dengan pemenuhan

MDD pada anak usia 6-23 bulan di berbagai negara. Anak-anak dari ibu yang telah menempuh pendidikan dasar,

menengah, dan tinggi lebih mungkin memiliki pola makan yang beragam dibandingkan anak-anak dari ibu yang

tidak menempuh pendidikan formal.

Simpulan: Tingkat pendidikan ibu merupakan faktor penentu utama dalam intervensi gizi yang bertujuan untuk

mencegah kekurangan gizi pada anak-anak usia dini.

References

1. Suryana, Kusumawati I, Pujiani, Widodo D, Irma R, Pasaribu RD, et al. Kesehatan Gizi Anak Usia Dini. 1st ed. Watrianthos R, editor. Medan: Yayasan Kita Menulis; 2022. 1–220 p.

2. UNICEF-WHO-WB. Joint child malnutrition estimates. 2025.

3. Dong C, Yin S an. Short-Term and Long-Term Effect of Exposure to Famine During Childhood on Human Health Status. In: Handbook of Famine, Starvation, and Nutrient Deprivation. Cham: Springer International Publishing; 2019. p. 1459–79. doi:10.1007/978-3-319-55387-0_112

4. Kemenkes RI. Situasi balita pendek. 2016.

5. Singh A, Rahut DB, Sonobe T. Exploring minimum dietary diversity among cambodian children using four rounds of demographic and health survey. Sci Rep. 2024 Jun 26;14(1):14719. doi:10.1038/s41598-024-64714-0

6. WHO/UNICEF. Indicators for assessing infant and young child feeding practices: Definitions and measurement methods. Geneva; 2021.

7. Roy A, Hossain MM, Khan MSA, Hanif AAM, Hasan M, Hossaine M, et al. Differences in Estimates of Minimum Dietary Diversity by Using the New and Old Definition: Evidence From Bangladesh. Curr Dev Nutr. 2021 Jun;5:808. doi:10.1093/cdn/nzab046_105

8. Datesfordate AH, Kundre R, Rottie J V. Hubungan pemberian makanan pendamping air susu ibu (Mp-ASI) dengan status gizi bayi pada usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bahu Manado. Jurnal Keperawatan. 2017;5(2):1–7.

9. Dwipajati, Agustin NY, Nurani HD, Ayundari RF. Kajian Elemen Pemberian Makan Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Saat Pandemi Covid-19: Studi pada Balita di Indonesia (Rapid Review). Amerta Nutrition. 2022;6(1):324–35.

10. Rosha BC, Hardinsyah, Baliwati YF. Analisis determinan underweight anak 0-23 bulan pada daerah miskin di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Indonesian Journal of Health Ecology. 2019;11(1):63–72.

11. Pratiwi H, Iskandar W, Muliadi T, Putri ES. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian MP-ASI Dini di Puskesmas Cot Seumeureung, Kabupaten Aceh Barat. Polyscopia. 2024 Nov 5;1(4):214–20. doi:10.57251/polyscopia.v1i4.1437

12. Irmaningsi I, Tini T, Busmat S, Putri RA. Hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan di Desa Salimbatu tahun 2023. SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan. 2023 Oct 5;2(4):524–33. doi:10.55681/saintekes.v2i4.208

13. Li H, Kim Y, Park C, Kang M, Kang Y. Gender-common and gender-specific determinants of child dietary diversity in eight Asia Pacific countries. J Glob Health. 2022 Oct 1;12:04058. doi:10.7189/jogh.12.04058

14. Sekartaji R, Suza DE, Fauziningtyas R, Almutairi WM, Susanti IA, Astutik E, et al. Dietary Diversity and Associated Factors Among Children Aged 6–23 Months in Indonesia. J Pediatr Nurs. 2021 Jan;56:30–4. doi:10.1016/j.pedn.2020.10.006

15. Beyene M, Worku AG, Wassie MM. Dietary diversity, meal frequency and associated factors among infant and young children in Northwest Ethiopia: a cross- sectional study. BMC Public Health. 2015 Dec 3;15(1):1007. doi:10.1186/s12889-015-2333-x

16. Keno S, Bikila H, Shibiru T, Etafa W. Dietary diversity and associated factors among children aged 6 to 23 months in Chelia District, Ethiopia. BMC Pediatr. 2021 Dec 11;21(1):565. doi:10.1186/s12887-021-03040-0

17. Paramashanti BA, Huda TM, Alam A, Dibley MJ. Trends and determinants of minimum dietary diversity among children aged 6–23 months: a pooled analysis of Indonesia Demographic and Health Surveys from 2007 to 2017. Public Health Nutr. 2022 Jul 8;25(7):1956–67. doi:10.1017/S1368980021004559

18. Sema A, Belay Y, Solomon Y, Desalew A, Misganaw A, Menberu T, et al. Minimum Dietary Diversity Practice and Associated Factors among Children Aged 6 to 23 Months in Dire Dawa City, Eastern Ethiopia: A Community-Based Cross-Sectional Study. Glob Pediatr Health. 2021 Jan 22;8. doi:10.1177/2333794X21996630

19. Fentaw Mulaw G, Wassie Feleke F, Adane Masresha S. Maternal Characteristics Are Associated with Child Dietary Diversity Score, in Golina District, Northeast Ethiopia: A Community-Based Cross-Sectional Study. J Nutr Metab. 2020 Sep 22;2020:1–7. doi:10.1155/2020/6702036

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DENGAN PEMENUHAN MINIMUM DIETARY DIVERSITY PADA ANAK USIA 6-23 BULAN: TINJAUAN NARATIF. (2026). Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan Aisyiyah, 11(1), 20-28. https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%p

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.