Hubungan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus dengan Indikator Infeksi Saluran Kemih
DOI:
https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%25pKeywords:
Glukosa darah, Diabetes Mellitus, Sedimen urineAbstract
Latar Belakang: Penderita diabetes mellitus (DM) memiliki risiko infeksi saluran kemih (ISK) yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Salah satu faktor penyebabnya adalah glukosuria yang diakibatkan oleh hiperglikemia yang dapat menjadi media pertumbuhan bagi bakteri di saluran kemih. Pemeriksaan sedimen urine secara mikroskopik menjadi pilihan skrining awal yang praktis karena hasilnya yang cepat dan biaya yang terjangkau.
Tujuan: Mengetahui hubungan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus dengan temuan bakteriuria dan leukosituria pada sedimen urine sebagai indikator ISK
Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 48 penderita diabetes mellitus dengan kadar glukosa darah sewaktu ≥200 mg/dL. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kadar glukosa darah sewaktu dan pemeriksaan sedimen urine secara mikroskopik untuk menilai bakteriuria dan leukosituria. Data dianalisis menggunakan uji chi-square (CI=95%).
Hasil: Dari 48 subjek, 22 sampel berkategori glukosa darah >200 mg/dL dan 26 sampel berkategori >300 mg/dL. Bakteriuria positif ditemukan pada 13 sampel (59,1%) kategori >200 mg/dL dan 22 sampel (84,6%) kategori >300 mg/dL, dengan nilai p=0,047 (p<0,05). Leukosituria (≥5/lpb) ditemukan pada 13 sampel (59,1%) kategori >200 mg/dL dan 10 sampel (38,5%) kategori >300 mg/dL (p=0,154). Secara keseluruhan, 47,9% sampel menunjukkan leukosituria dengan jumlah leukosit terbanyak pada rentang 5–10/lpb (29,2%).
Kesimpulan: Kadar glukosa darah berhubungan secara bermakna dengan temuan bakteriuria pada sedimen urine penderita diabetes mellitus (p=0,047), namun tidak dengan leukosituria (p=0,154). Glukosuria akibat hiperglikemia tampaknya menjadi faktor kunci yang mempermudah pertumbuhan bakteri di saluran kemih.
Kata kunci: bakteriuria; diabetes mellitus; glukosa darah; infeksi saluran kemih; leukosituria; sedimen urine
References
1. Chawla, A., Chawla, R., & Jaggi, S. (2016). Microvascular and macrovascular complications in diabetes mellitus: Distinct or continuum? Indian J Endocrinol Metab, 20(4), 546–551.
2. Dai, M., Hua, S., Yang, J., Geng, D., Li, W., Hu, S., Chen, H., & Liao, X. (2023). Incidence and risk factors of asymptomatic bacteriuria in patients with type 2 diabetes mellitus: A meta-analysis. Endocrine, 82(2), 263–281.
3. Dos Santos, J. C., Weber, L. P., & Perez, L. R. P. (2007). Evaluation of urinalysis parameters to predict urinary-tract infection. Braz J Infect Dis, 11(5), 479–481.
4. Gandasoebrata, R. (2007). Penuntun laboratorium klinik. Dian Rakyat.
5. Gilbert, J., Wise, M. D., & Schlehel, P. N. (2015). Sterile pyuria. N Eng J Med, 372(11), 1048–1054.
6. International Diabetes Federation. (2024). IDF diabetes atlas (11th ed.). IDF.
7. Khurram, A., Danial, K., Ahmed, K., & Ali, Z. (2016). Prevalence of pyuria in diabetic patients at a tertiary care hospital in Karachi, Pakistan: An observational study. Pak J Surg, 32(3), 168–171.
8. Matuszewski, M. A., Tupikowski, K., Dolowy, L., Szymanska, B., Dembowski, J., & Zdrojowy, R. (2016). Uroplakins and their potential applications in urology. Cent European J Urol, 69, 252–257.
9. Memisogullari, R., Yuksel, H., Ak Yildirim, H., & Yavuz, O. (2010). Performance characteristics of dipstick and microscopic urinalysis for diagnosis of urinary tract infection. Eur J Gen Med, 7(2), 174–178.
10. Papp, S. B., & Zimmern, P. E. (2023). Recurrent urinary tract infections and type 2 diabetes mellitus: A systematic review predominantly in women. Frontiers in Urology, 3, 1275334.
11. Paudel, S., John, P. P., Poorbaghi, S. L., Randis, T. M., & Kulkarni, R. (2022). Systematic review of literature examining bacterial urinary tract infections in diabetes. Journal of Diabetes Research, 2022, 3588297.
12. Ponco, C., Uwan, W. B., Mardhia, & Mahyarudin. (2022). Gambaran leukosituria tanda infeksi saluran kemih pada penderita diabetes melitus tipe-2 di RSUD Kota Pontianak. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 11(1), 11–19.
13. Saraswati, D., Martini, & Sawaraswati, L. D. (2018). Gambaran leukosituria tanda infeksi saluran kemih pada penderita diabetes mellitus tipe 2 (studi di wilayah kerja Puskesmas Ngresep). JKM e-Journal, 6(1), 226–235.
14. Sherchan, R., & Hamill, R. (2025). Sterile pyuria. In StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID: 39163463. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK606125/
15. Tekcea, B. K., Tekceb, H., Aktac, G., Kocoglud, E., & Tanrisev, M. (2015). Diagnostic sensitivity of microscopic and chemical analysis of the urine in diagnosis of urinary tract infections. J Exp Clin Med, 32(3), 117–120.
16. World Health Organization. (2021). Global report on diabetes. WHO.




