Perbandingan Pemeriksaan Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Melitus Menggunakan Metode BTA dan TCM
DOI:
https://doi.org/10.35721/jakiyah.v11iss1pp%25pKeywords:
Acid-Fast Bacilli, Diabetes Mellitus, Pulmonary Tuberculosis, Rapid Molecular TestAbstract
Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di
dunia. Tingkat kerentanan terhadap TBC berlipat ganda pada individu dengan penyakit penyerta, khususnya
Diabetes Melitus (DM). Pasien DM mengalami penurunan sistem imun yang menyebabkan presentasi klinis TBC
sering kali tidak khas dan jumlah kuman pada dahak berfluktuasi. Oleh karena itu, ketepatan pemilihan metode
diagnostik sangat krusial. Selama ini, mikroskopis Bakteri Tahan Asam (BTA) masih menjadi andalan, meskipun
Tes Cepat Molekuler (TCM) dinilai memiliki sensitivitas lebih tinggi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil diagnosis TBC paru pada pasien Diabetes Melitus
antara metode mikroskopis BTA dan metode TCM.
Metode: Penelitian quasi-experiment dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan di Laboratorium RSUD
Kabupaten Melawi (Desember 2025 - Februari 2026). Sampel berjumlah 30 pasien DM yang terkonfirmasi TBC
paru, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dahak pasien diperiksa menggunakan pewarnaan Ziehl
Neelsen (BTA) dan GeneXpert MTB/RIF Ultra (TCM). Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U.
Hasil penelitian: Pemeriksaan BTA mendeteksi tingkat kepositifan (+1) sebesar 43,3%, (+2) 33,3%, dan (+3)
23,3%. Sementara metode TCM mendeteksi kategori beban kuman Very Low (10,0%), Low (30,0%), Medium
(36,7%), dan High (23,3%). Terdapat kecenderungan hasil yang searah, namun uji statistik menunjukkan
perbedaan yang signifikan (p < 0,001) di mana TCM memberikan klasifikasi beban kuman yang lebih presisi.
Simpulan: Terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara metode BTA dan TCM pada pasien DM. TCM lebih
sensitif dalam mendeteksi DNA bakteri meskipun beban kumannya rendah. TCM direkomendasikan sebagai
metode diagnostik utama untuk pasien TBC dengan komorbid DM.
References
Jaya, S., Burhan, E., Rochsismandoko, & Cahyarini. (2015). Uji banding pemeriksaan mikroskopis sputum basil tahan asam dengan Xpert MTB/RIF pada pasien diabetes mellitus yang diduga tuberkulosis paru. J Respir Indo, 35(3), 144–157.
2. Kementerian Kesehatan RI. (2022). Petunjuk Teknis Pemeriksaan Mikroskopis Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
3. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Buku Petunjuk Teknis Pemeriksaan TBC Menggunakan Alat TCM GeneXpert (3rd ed.). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
4. Kementerian Kesehatan RI. (2025). Buku Panduan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
5. Megatsari, H., Ridwanah, A. A., Firdausi, N. J., & Antika, C. S. (2021). Tuberkulosis di Jawa Timur: Sebuah Studi Ekologi. Jurnal Berkala Epidemiologi.
6. Siahaan, J. M., Sari, N. M., Fahdi, F., & Panjaitan, G. (2025). Sensitivitas Dan Spesifitas Pemeriksaan Mikroskopis Sputum BTA Terhadap Tes Cepat Molekuler (TCM) Dalam Diagnosis Mycobacterium Tuberculosis Pada Pasien Suspek Tuberkulosis Paru. Best Journal, 8(1), 1236–1241.
7. Suryawati, B., Saptawati, L., Putri, A. F., & Aphridasari, J. (2019). Sensitivitas Metode Pemeriksaan Mikroskopis Fluorokrom dan Ziehl-Neelsen untuk Deteksi Mycobacterium tuberculosis pada Sputum. SMedJour, 1, 56.
8. Sutriadi, S., & Qurrohman, M. T. (2024). Uji Kesesuaian Pemeriksaan BTA Metode Ziehl Neelsen Dengan Genexpert Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Journal of Nursing and Health, 9(4), 465–470.
9. WHO. (2025). Tuberculosis (TB). World Health Organization. Diakses pada 17 November 2025 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
10. Wijayanti, C. D. W. (2024). Hubungan Keterkaitan Pengidap Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Journal of Syntax Literate, 9(7).
11. Zifodya, J. S., Kreniske, J. S., Schiller, I., et al. (2021). Xpert Ultra versus Xpert MTB/RIF for pulmonary tuberculosis and rifampicin resistance in adults with presumptive pulmonary tuberculosis. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2(2), CD009593.




